Lokasi

untuk menarik perhatian yang diperlukan, sangat penting untuk melaksanakan proyek ini di area yang unik seperti Lemaina. Dalam hal pemasaran, ini adalah faktor kunci untuk keberhasilan seluruh proyek. Kontak awal telah dibuat dengan pemerintah Rote Ndao (Ibu dan Wakil Bupati, J. Haning).
Karena kita tahu bahwa pulau-pulau di Indonesia harus dapat diakses secara publik, kami berusaha mencari solusi untuk mewujudkan proyek ini dalam koridor hukum yang berlaku.

Pulau ini memiliki tiga bagian yang terhubung ke pantai. Ada berbagai cara untuk mengukur tanah: 39.300 m2 tidak termasuk pantai, 53,350 m2 termasuk pantai. Analisis tanah untuk lokasi yang paling baik menunjukkan bahwa untuk proyek ini, bagian barat pulau timur (area biru) adalah yang paling cocok. Bagian timur terlalu terbuka terhadap angin timur yang konstan.

Tujuan kami bukanlah membuat kawasan ini menjadi padat penduduk namun untuk memperkenalkannya kepada dunia internasional. Kami ingin menciptakan surga premium yang menonjol bagi wisatawan premium. Daya tarik yang terkenal, dibaca orang dan juga para turis mengabaikan semua area lain hanya untuk mendatangi tempat ini. Inspirasi utama kami adalah tempat-tempat seperti Ubud dan Bambu Indah di Bali. Kami ingin menggabungkan elemen-elemen tersebut dengan sentuhan laut kami sendiri.

Sifat proyek ini sangatlah unik dengan ragam kombinasi didalamnya. Itulah sebabnya kami tidak melihat adanya kompetisi yang layak dibandingkan (baik di Rote maupun secara global). Terutama di bagian timur Rote, hampir tidak ada tempat di mana wisatawan dapat menginap yang mana membatasi eksplorasi pulau lebih lanjut. Yang akan dibangun disini, bukanlah merupakan kompetitor dengan hal atau area yang sebanding. Kami percaya bahwa pembangunan akomodasi lokal di masa depan ini akan menjadi mahkota yang mengelilingi dan menyoroti Pulau ini dan akan membantu kami dalam mempromosikan Mulut Seribu. Meningkatkan kesadaran dunia terhadap proyek ini dan membuka pintu bagi wisatawan untuk mengunjungi Lemaina.

Sejak krisis pada awal 2020, pandangan umat manusia tentang lingkungan telah sepenuhnya berkembang. Prediksi kami menunjukkan bahwa akan ada banyak proyek seperti ini di masa depan.

Kita dapat memberikan kontribusi besar dengan menjadi pelopor dan visioner dari perubahan pola pikir ini. Mungkin banyak pengusaha di masa depan akan mengikuti contoh Pulau Rote ini. Kami melihat ini menjadi tanggung jawab di pundak kami. Namun fakta ini semakin memotivasi kami untuk mewujudkan proyek ini dan menjadi contoh bagi yang area wisata lainnya.